Revolusi Membaca

PENGANTAR
SELAMAT datang di dunia revolusi membaca buku. Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih kepada Anda yang telah mengunjungi situs nulisbuku.com dan akhirnya menemukan dan membaca buku yang sengaja saya tulis khusus untuk Anda, Cara Elegan Menjadi Narsis di Facebook.
Yes! Sejak situs jaringan sosial yang dibangun Mark Zuckerberg populer di Indonesia beberapa tahun silam, masyarakat di dunia, utamanya di Indonesia seolah “terbius” dengan Facebook.
Bisa dipahami, sebab lewat Facebook, mereka bisa bertemu kawan lama. Mereka bisa bersilaturahmi. Dengan Facebook, mereka bisa saling berkomunikasi, bahkan dengan orang yang sebelumnya tidak mereka kenal. Mereka punya peluang untuk mendapatkan kawan baru.
Lewat komunikasi yang serba terbuka seperti itulah yang kemudian memotivasi banyak orang untuk melakukan aksi narsis di Facebook. Salah satu cara yang banyak dilakukan pemilik akun Facebook untuk bernarsis adalah memasang foto profil diri, mulai dari foto yang biasa-biasa saja hingga foto yang (maaf) seronok.
Facebook benar-benar telah dijadikan ajang untuk narsis. Maka bisa dipahami jika jumlah pengguna Facebook hingga akhir 2010 telah menembus angka 500 juta. Jumlah yang sangat spektakuler!
Namun amat disayangkan, banyak pengguna Facebook, terutama di Indonesia yang tidak memanfaatkan situs jaringan asosial itu secara elegan dan menulis sesuatu yang tidak sopan di kolom status, dan akhirnya menimbulkan antipati banyak orang.
Melalui ebook yang kini sedang Anda baca, saya akan beberkan kepada Anda bagaimana menjadi narsis secara elegan. Salah satu caranya adalah menulis. Ya, menulis!
Saya sependapat dengan Anda, menulis memang tidak mudah. Oleh sebab itulah melalui buku ini, saya akan memandu Anda bagaimana cara menulis dengan baik dan benar, sehingga Facebook bisa Anda jadikan sarana untuk bernarsis secara elegan, karena Anda sekarang sudah bisa menulis.
Saran saya, Anda membaca buku ini sebaiknya secara berurutan bab demi bab, jangan melompat-lompat. Di akhir buku, saya sertakan contoh-contoh tulisan saya yang pernah saya tampilkan di kolom note/catatan di Facebook yang mengundang kagum banyak orang.
Saya yakin, jika Anda telah terampil menulis di Facebook, maka besar kemungkinan kelak Anda akan menjadi penulis hebat dan dikagumi banyak orang. Selamat bernarsis secara elegan.
Salam
Gantyo Koespradono
1. FACEBOOK DAN AKTIVITAS NARSIS
SELAMAT datang di dunia narsis. Maraknya blog dan terakhir Facebook memotivasi banyak orang di dunia – termasuk Anda – untuk narsis atau menonjolkan diri. Lewat blog, kita bisa mencurahkan apa pun agar orang tahu siapa sesungguhnya kita.
Di blog, kita bisa pasang foto kita sepuas dan sesuka kita. Namun lewat blog, belum tentu aksi narsis kita dilongok banyak orang, apalagi teman-teman kita, sebab untuk itu kita mesti mempromosikan blog kita lewat Google atau medium lain.
Sering malah, untuk keperluan ini, kita mengeluarkan banyak biaya, seperti harus mengikuti kursus semacam search engine optimization (SEO) agar blog kita mudah dideteksi Google dan Yahoo, sehingga manakala orang browsing kata kunci tertentu, blog kita tampil di halaman pertama mesin pencari tersebut.
Namun sejak Facebook yang ditemukan seorang anak muda bernama Mark Eliot Zuckerberg marak beberapa tahun terakhir ini, memudahkan bagi kita untuk bernarsis-ria.
Sampai sekarang situs pertemanan sosial itu sudah digunakan oleh sedikitnya 500 juta orang di dunia, salah satunya adalah Anda. Angka ini kemungkinan sudah tidak valid, sebab setiap saat, jumlah warga dunia yang membuka akun di Facebook terus bertambah. Indonesia bahkan menempati peringkat ketiga yang warganya punya akun di situs jaringan sosial itu.
Mereka – termasuk Anda – memanfaatkan Facebook untuk narsis lewat berbagai cara. Ada yang memasang foto, ada yang mengubah status di wall/dinding setiap saat agar diperhatikan oleh teman-temannya, dan tidak lupa men-tag nama-nama orang yang dikenal saat memposting foto atau produk-produk lain.
Semua itu dilakukan agar keberadaan Anda di Facebook diketahui banyak orang, terutama oleh kawan-kawan Anda. Tidak salah jika Anda melakukannya, sebab Facebook memang menyediakan fasilitas untuk itu. Karena itu bodohlah kita jika tidak memanfaatkannya.
Memalukankah bernarsis-ria di Facebook? Jelas tidak. Keinginan untuk dikenal oleh banyak orang adalah sesuatu yang wajar. Setiap orang pasti ingin populer. Oleh sebab itu jangan heran kalau acara-acara reality show di televisi yang konon bisa mengatrol popularitas seseorang secara cepat dan instan, diikuti banyak orang. Acara seperti Mendadak Dangdut, Akademi Fantasi Indosiar, Mamamia, Indonesia Mencari Bakat dan sebagainya adalah bukti bahwa banyak orang yang ingin dirinya dikenal dan terkenal dengan cepat walaupun hasilnya sering tidak sesuai dengan yang diimpikan.
Terkenal Secara Elegan
Facebook juga menyediakan sarana bagi penggunanya untuk terkenal, tidak secara instan, tapi elegan. Sarana itu di antaranya adalah wall/dinding. Di sini kita bisa menulis apa saja, termasuk kegiatan-kegiatan yang kita lakukan.
Bahkan berdasarkan pengamatan saya, banyak pemilik akun Facebook yang “curhat” di dinding dengan harapan dibaca oleh teman-temannya dan sang teman memberikan komentar.
Facebook juga menyediakan kolom note (catatan) yang memberikan peluang bagi penggunanya untuk menulis apa saja, syukur-syukur bisa berguna bagi orang lain. Kolom catatan di Facebook tak ubahnya seperti blog, dan kita bisa melengkapinya dengan foto.
Namun sayang tidak banyak Facebooker yang memanfaatkannya secara maksimal, sehingga membiarkan kolom itu kosong melompong. Padahal kolom catatan inilah yang bisa membuat kita dikenal oleh teman-teman kita asal kita bisa mengisinya dengan tulisan.
Kolom catatan di Facebook sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk bernarsis, tapi bukan sembarang narsis, tapi narsis yang berelegan.
Narsis secara intelektual. Begitulah, sebab untuk bisa menuliskan sesuatu di kolom catatan, memang dibutuhkan kemampuan ”akademik” yang lumayanlah.
Tunggu dulu! Jangan alergi dengan istilah intelek, sebab selama Anda rindu dan berkemauan untuk belajar tentang apa pun, sebenarnya Anda termasuk golongan intelektual.
Lalu bagaimana caranya? Pasti Anda bertanya. Ya menulislah sesuatu di sana. “Lha, bagaimana mungkin, saya tidak bisa menulis, nggak bisa dong dipaksakan?” Ini barangkali pertanyaan Anda berikutnya.
Jangan merendahkan diri Anda seperti itu. Anda pasti bisa menulis. Cobalah renungkan. Sejak Anda memiliki telepon seluler (ponsel), saat Anda menulis pesan pendek atau SMS, bukankah itu aktivitas menulis? Nah, jangan katakan bahwa Anda tidak bisa menulis.
Saya sering menerima SMS yang isinya panjang lebar dan menarik untuk dibaca, padahal yang menulis adalah seorang ibu rumah tangga. Saya juga pernah menerima SMS sejenis yang penulisnya adalah seorang remaja.
Oke? Sekali lagi, jangan rendahkan diri Anda dengan mengatakan: “Saya tidak bisa menulis.”
Teman saya Andrias Harefa – dia menulis 30 buku best seller – bahkan mengatakan, untuk menulis sesuatu tidak perlu mikir. Dia mengungkapkan hal itu dalam catatannya di Facebook di mana nama saya juga di-tag dalam tulisannya. Maklum, sebelumnya saya mengirimkan naskah buku saya kepadanya yang salah satu babnya menyebutkan bahwa untuk menulis diperlukan otak kanan.
Jauh sebelumnya, wartawan kenamaan Arswendo Atmowiloto dalam bukunya bahkan jelas-jelas mengatakan bahwa menulis atau mengarang itu gampang!
Yang penting Anda mengetahui bagaimana caranya. Dalam buku yang kini tengah Anda unduh lewat Papataka, saya akan menjelaskan kepada Anda, unsur-unsur apa-apa yang perlu Anda ketahui sehingga Anda bisa mengetahui dan akhirnya berani praktek menulis.
Dengan begitu, kehadiran Anda di Facebook benar-benar bermanfaat buat orang lain, khususnya teman-teman Anda, lewat karya tulis (catatan) Anda.
Maka ke depan, saat menulis, buah pikiran Anda akan mengalir begitu saja seperti air. Sama dengan ketika saya menulis artikel ini sampai-sampai sulit bagi saya untuk menghentikannya, karena terlalu asyik.
Jangan heran pula kalau hampir setiap hari saya bisa memproduksi satu tulisan di Facebook dan selalu dikomentari positif oleh teman-teman saya dan mengundang komentar orang lain. Saya pernah menulis artikel di situs pertemanan ini dan dikomentari banyak orang hingga dua minggu.
Bisakah Anda seperti saya? Jelas bisa. Cepat atau lambat, Anda pasti akan dikenal dan terkenal. Ada teman yang menjuluki saya sebagai penguasa Facebook, ada pula yang bilang saya kolumnis Facebook. Apa pun komentar mereka, julukan seperti itu jelas bukti sah bahwa saya lebih dikenal daripada yang lain.
Jika Anda mengikuti jejak saya, maka Anda pun bisa menjadi seorang narsis di Facebook tidak secara murahan, tapi secara elegan, dan banyak orang yang akan mengagumi Anda. Selamat bereksperimen menjadi narsis secara elegan!
Lewat buku elektronik ini, saya akan menjelaskan kepada Anda bagaimana cara menulis (yang pastinya sangat gampang). Saya juga akan menyertakan contoh-contoh tulisan saya di kolom catatan Facebook.
Berikut saya akan tampilkan di sini. Hitung-hitung ini adalah bonus untuk Anda yang telah mengunduh buku berjudul “Cara Elegan Menjadi Narsis di Facebook.”
Silakan baca dan simak. Setelah itu, saya akan menjelaskan bagaimana proses kreatif membuat tulisan-tulisan seperti itu, sehingga Anda bisa melakukannya. Oleh sebab itu ikuti terus langkah-langkah berikutnya di buku ini berikut contoh-contohnya.*

0 komentar:

Posting Komentar